Kamu, kerumitan yang dalam ketidakmengertian atasnya, aku mampu berbahagia.
Kamu, kerumitan yang dalam ketidakmengertian atasnya, aku mampu berbahagia.
Kamu, kesalahan yang sering kali terasa benar.
Tentang rasa yang tak pernah persis ku jamah rupanya
Tentang lorong asa di depan mata yang kian memburam samar
Tentang kamu yang gemar biarkanku lelah melangkah menerka-nerka, mengapa?
Terlalu banyak menerka memualkan logikaku dengan tanda tanya
Terlalu banyak terka sesatkanku dalam kabut harap
Terlalu sering menerka tanpa tumpuan tak jarang menyandungku hingga jatuh
Namun terlalu sering jua kau tak sudi tuk sekedar menegaskan
Kini ku terka, tak pernah ada desir yang ku duga selama ini menuntunmu ke sisiku
Ku terka, derap kaki kita yang pernah serentak bukanlah konspirasi kosmos, hanya kebetulan semata
Hingga sampailah aku pada tanda cukup
Takkan ada lagi langkah menerka-nerka
Takkan ada lagi jalanan mimpi
Takkan ada lagi harap akanmu
Nafasku tertahan ditiap ku mengingatmu. Sampai aku kehabisan nafas pun tampaknya kau tetap enggan beranjak dari otakku.
saya akan mengenakan kesedihan kamu, jika kamu berjanji mengenakan kebahagiaan saya.